PONTIANAK – sinarraya.co.id Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menemui massa aksi yang menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (23/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ria Norsan turut menjelaskan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah berlangsung sekitar tiga bulan, termasuk faktor arah angin yang memengaruhi sebaran kabut asap.
Di hadapan massa aksi, Ria Norsan menerangkan bahwa kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah perlu dilihat dengan mempertimbangkan pergerakan angin. Ia bahkan mempersilakan peserta aksi untuk melihat data secara langsung melalui Data Analytic Room di Kantor Gubernur Kalbar.
“Kita mengalami karhutla ini kurang lebih sudah tiga bulan. Kemudian, kenapa asap kita kabut? Nanti kalau adik-adik kurang yakin, saya ajak melihat di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar untuk melihat arah angin ini dari selatan ke utara,” ujar Ria Norsan.
Penjelasan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kepada massa mengenai kondisi sebaran kabut asap yang terjadi di Kalbar. Menurut Ria Norsan, pemantauan data menjadi salah satu cara untuk memahami situasi di lapangan, sementara upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran yang masih tersisa.
Ria Norsan mengatakan, berdasarkan kondisi yang disampaikannya saat menemui massa, penanganan karhutla di sebagian besar kabupaten/kota telah menunjukkan perkembangan. Namun, Kabupaten Ketapang masih menjadi perhatian karena masih terdapat titik api yang perlu ditangani.
“Kalau untuk 14 kabupaten/kota di Kalbar, tinggal di Kabupaten Ketapang saja,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan karhutla. Penanganan di wilayah yang masih memiliki titik api terus menjadi perhatian agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan lain.
“Kita sudah ada upaya untuk berusaha menyelesaikan karhutla. Mudah-mudahan sisa titik api dalam waktu dekat bisa kita padamkan, sehingga mudah-mudahan pada 14 kabupaten/kota tidak ada titik api lagi,” tutur Ria Norsan.
Pertemuan dengan massa aksi tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur untuk menyampaikan penjelasan mengenai kondisi karhutla sekaligus perkembangan upaya penanganannya. Pemerintah berharap sisa titik api dapat segera dipadamkan sehingga dampak kebakaran dan kabut asap terhadap masyarakat berangsur berkurang.
Meski demikian, pemantauan dan penanganan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali, mengingat kondisi cuaca dan karakteristik lahan dapat memengaruhi risiko munculnya kembali titik api.(*/zainul irwansyah).






