KUCHING, MALAYSIA — sinarraya.co.id Peluang kerja sama ekonomi dan investasi antara pelaku usaha di kawasan Borneo dan sejumlah negara Asia Tenggara menjadi pembahasan dalam Pertemuan Informasi Business to Business (B2B) yang mempertemukan para pengusaha dari Kalimantan, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina dan Singapura.
Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Hotel Sheraton Kuching, Malaysia, yang diselenggarakan oleh Borneo Economic Community bersama BEMAGA.
Salah satu pengusaha asal Indonesia yang mendapat undangan untuk mengikuti kegiatan tersebut adalah Burhanudin Abdullah, selaku Direktur Utama PT Jasakarta Industrial.
Dalam pertemuan tersebut, Burhanudin Abdullah tidak hanya mengikuti agenda jejaring bisnis, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi usaha dan peluang investasi yang terdapat di Indonesia, khususnya yang dinilai memiliki prospek ekonomi serta mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara.
PT Jasakarta Industrial sendiri bergerak di bidang pertambangan, khususnya usaha pertambangan pasir sungai. Kehadiran Burhanudin dalam forum B2B tersebut menjadi momentum untuk membuka komunikasi dan peluang kerja sama dengan para pelaku usaha maupun investor dari negara-negara kawasan Asia Tenggara.
“Saya juga mempromosikan berbagai usaha yang mampu memberikan nilai pendapatan negara kepada para investor yang berminat untuk investasi di Indonesia,” ujar Burhanudin Abdullah.
Menurutnya, forum bisnis seperti ini penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi Indonesia kepada investor asing sekaligus membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.
Kalimantan yang secara geografis berada di jantung kawasan Borneo memiliki posisi strategis dalam konektivitas ekonomi antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Kondisi tersebut membuka ruang yang luas bagi pengembangan kerja sama perdagangan, investasi, industri, pertambangan, maupun sektor usaha lainnya.
Burhanudin berharap pertemuan B2B di Kuching dapat menghasilkan jaringan bisnis baru dan membuka peluang investasi yang konkret di Indonesia.
Ia menegaskan, setiap peluang investasi harus tetap diarahkan pada kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan serta memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang strategis bagi pengusaha Indonesia untuk memperkenalkan potensi usaha nasional di tengah semakin terbukanya kerja sama ekonomi lintas negara di kawasan Borneo dan Asia Tenggara.(*/zainul Irwansyah)




