TAMIANG LAYANG – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Barito Timur (Bartim), Polda Kalimantan Tengah. Pada Jumat malam, 2 Oktober 2026, personel Polsek Dusun Tengah melaksanakan patroli ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 23.00 WIB tersebut dipimpin oleh personel Polsek Dusun Tengah dengan sasaran wilayah hukum Polsek Dusun Tengah serta Posko Karhutla. Patroli menggunakan satu unit kendaraan roda empat dengan melibatkan Aipda Fransisko, Aipda Vaulus J, Brigpol Tri Hadi S, Bripda Adityarrin dan Bripda Alfin Arya.
Kapolsek Dusun Tengah Polres Bartim, **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, menerangkan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla, khususnya pada malam hari.
“Personel melaksanakan patroli ke daerah-daerah yang rawan terjadi Karhutla sekaligus menyambangi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, personel menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan untuk berkebun,” terang Kapolsek.
Selain patroli, personel juga melakukan dialogis dengan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai larangan serta sanksi hukum sebagaimana Maklumat Kapolda Kalimantan Tengah terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Kapolsek menegaskan, pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyosialisasikan **Call Center Polri 110** sebagai layanan kepolisian yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Dengan adanya patroli dan komunikasi langsung dengan masyarakat, kami berharap potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas IPTU Stefanus Rantealo. (Joe)










