BRI Sosialisasikan Inklusi Keuangan dan Produk Perbankan di Pasar Nipah Kuning

BRI Sosialisasikan Inklusi Keuangan dan Produk Perbankan di Pasar Nipah Kuning

PONTIANAK — sinarraya.co.id PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI KCP Ahmad Yani menggelar kegiatan sosialisasi inklusi keuangan dan produk perbankan melalui program “Racing QRIS BRI x Pasar Nipah Kuning”, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut turut melibatkan Koperasi Kelautan dan Perikanan Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Sosialisasi menyasar para pedagang dan masyarakat di kawasan Pasar Nipah Kuning, dengan tujuan memperluas pemahaman serta akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Pemimpin Cabang Pembantu BRI KCP Ahmad Yani, Benino Indra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya BRI untuk mendorong inklusi keuangan agar akses masyarakat terhadap layanan perbankan semakin merata.

“Tujuan kegiatan hari ini adalah sosialisasi terkait inklusi keuangan kepada masyarakat, khususnya para pedagang di Pasar Nipah Kuning. Kami ingin masyarakat mendapatkan akses perbankan yang lebih merata sekaligus mengenal berbagai produk dan layanan BRI,” ujar Benino.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup baik. Para peserta mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari maupun pengembangan usaha.

“Alhamdulillah, tanggapan masyarakat cukup antusias. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih mengenal layanan perbankan dan semakin melek terhadap produk-produk perbankan,” katanya.

Benino juga menjelaskan bahwa BRI KCP Ahmad Yani memiliki layanan pick up service, yang bertujuan membantu nasabah dalam melakukan aktivitas perbankan secara lebih efisien.

“Selama ini kami juga memiliki pick up service, yaitu layanan untuk membantu mengambil atau menerima transaksi dari nasabah sehingga waktu mereka bisa lebih efisien,” jelasnya.

Terkait pembiayaan, Benino menerangkan bahwa BRI KCP Ahmad Yani lebih berfokus pada segmen komersial. Untuk pembiayaan komersial, terdapat persyaratan agunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau dari KCP kami lebih ke komersial. Untuk pembiayaan komersial memang ada jaminan karena itu bukan program KUR. Untuk KUR sendiri kami arahkan ke unit kerja BRI yang menangani segmen mikro,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk pembiayaan komersial di tingkat KCP, plafon pembiayaan dapat mencapai sekitar Rp2 miliar, dengan tetap mengikuti ketentuan dan hasil analisis kredit yang berlaku.

Sementara itu, terkait produk perlindungan atau asuransi, Benino menyebut terdapat produk dengan premi sekitar Rp100 ribu per tahun, dengan ketentuan pertanggungan sesuai polis. Ia menegaskan bahwa detail manfaat dan mekanisme klaim mengikuti ketentuan produk yang berlaku.

“Untuk detail klaimnya nanti mengikuti ketentuan produk dan polis. Yang jelas, ada produk perlindungan dengan premi sekitar Rp100 ribu per tahun,” ujarnya.

Melalui kegiatan Racing QRIS BRI x Pasar Nipah Kuning, BRI berharap semakin banyak pelaku usaha dan masyarakat yang mengenal serta memanfaatkan layanan perbankan digital, termasuk transaksi menggunakan QRIS.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin mudah mengakses layanan keuangan formal, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung pertumbuhan usaha masyarakat di sektor perdagangan dan ekonomi kerakyatan.(zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *