*Pantang Pulang Sebelum Padam, Tim Posko Karhutla Bartim Tuntaskan Pemadaman Dua Titik Api di Wuran**

**TAMIANG LAYANG** – Semangat **“Pantang Pulang Sebelum Padam”** terus ditunjukkan personel Posko Karhutla Kabupaten Barito Timur dalam merespons laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Senin (14/9/2026) sore, Regu III Posko Karhutla bergerak menuju Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, untuk melakukan penanganan terhadap dua titik api.

Kegiatan groundcheck dan penanganan tersebut dimulai sekitar pukul **17.30 WIB hingga selesai**. Personel bergerak setelah menerima laporan masyarakat mengenai adanya titik api di wilayah Desa Wuran. Tim menempuh perjalanan dari Posko Karhutla menuju lokasi pertama sejauh kurang lebih **30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 45 menit**, sedangkan titik kedua berjarak sekitar **40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 50 menit** melalui jalur darat.

Penanganan melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari **5 personel Polri, 8 personel TNI, 10 personel BPBD dan 7 warga masyarakat**. Tim juga didukung sarana berupa dua unit kendaraan roda dua, tiga unit kendaraan roda empat, satu unit kendaraan roda enam serta dua unit alat penyemprot air.

Pada titik pertama, tim menemukan area lahan terbakar dengan luas sekitar **1 hektare**. Lahan tersebut diketahui milik warga bernama **Ibu Lia**. Personel kemudian melakukan pemadaman lanjutan dengan memfokuskan penyemprotan pada bagian api yang masih aktif agar tidak merambat ke area di sekitarnya.

Sementara pada titik kedua, lahan yang terbakar juga diperkirakan sekitar **1 hektare** dan diketahui merupakan lahan milik **Ibu Emiriani**. Tim kembali melakukan pemadaman lanjutan menggunakan alat penyemprot air, terutama pada bagian-bagian yang masih terdapat api aktif.

**Kapolsek Karusen Janang** mengatakan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian penting dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, personel bersama unsur terkait tidak hanya melakukan pengecekan lokasi, tetapi langsung berupaya memadamkan titik api yang masih aktif untuk mencegah kebakaran meluas.

“Setiap laporan masyarakat mengenai adanya titik api segera kami tindak lanjuti. Personel bersama TNI, BPBD dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman, terutama pada titik api yang masih aktif. Semangatnya jelas, pantang pulang sebelum api benar-benar padam dan situasi dipastikan aman,” ujar Kapolsek.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut membantu proses pemadaman di lapangan. Sinergi antara aparat, pemerintah, BPBD dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mempercepat penanganan Karhutla, terlebih kondisi lahan yang terbakar berpotensi menyebabkan api kembali menyala apabila tidak dilakukan pendinginan dan pemantauan secara menyeluruh.

Upaya pemadaman difokuskan pada titik-titik api yang masih aktif guna mencegah penjalaran ke area sekitar. Personel juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan setelah proses pemadaman sebagai langkah antisipasi munculnya kembali api.

Kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran terkait dalam merespons laporan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan meluasnya Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur. Dengan semangat **“Pantang Pulang Sebelum Padam”**, seluruh unsur terus bersinergi menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *