Tamiang Layang – Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur memperketat monitoring terhadap ketersediaan, harga, serta pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kecamatan Dusun Tengah. Pengawasan dilakukan di SPBU 64.737.01 Ampah dan sejumlah titik penjualan BBM eceran, Senin (14/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan monitoring dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) tersebut dilakukan personel Aipda Salasa P. dan Bripda Afrizal Wahyudi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan distribusi BBM, penumpukan antrean, hingga praktik pembelian BBM yang berpotensi mengganggu masyarakat.
Berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan karyawan SPBU, Sdr. Juli, diketahui stok BBM di SPBU 64.737.01 Ampah saat dilakukan monitoring yaitu Pertamax sebanyak 13.981 liter dengan harga Rp16.300/liter, Pertalite sebanyak 13.449 liter dengan harga Rp10.000/liter, serta Pertamax Turbo sebanyak 1.950 liter dengan harga Rp18.700/liter. Sementara Biosolar dan Pertamina Dex tercatat kosong.
Dari hasil monitoring di lapangan, aktivitas pembelian BBM didominasi masyarakat yang membeli Pertamax dan Pertalite. Petugas juga menemukan adanya penggunaan beberapa sepeda motor yang dinilai tidak layak pakai untuk melakukan pembelian BBM, bahkan terdapat pembeli yang menggunakan lebih dari satu unit sepeda motor dalam satu kali aktivitas pengisian dan masih mendapatkan pelayanan dari pihak SPBU.
Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena pola pembelian seperti itu berpotensi menyebabkan antrean semakin panjang dan mengurangi kesempatan masyarakat memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain melakukan pengecekan di SPBU, personel turut memonitor harga BBM di tingkat pengecer. Hasil pemantauan menunjukkan harga eceran di wilayah Dusun Tengah untuk Pertamax Rp16.300/liter dan Pertalite Rp10.000/liter.
Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M., menegaskan bahwa monitoring akan terus dilakukan untuk memastikan pendistribusian BBM berjalan tertib dan tidak disalahgunakan.
“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap proses penyaluran BBM. Jangan sampai distribusi BBM justru didominasi oleh pihak-pihak yang membeli dalam jumlah atau pola yang tidak wajar, sementara masyarakat yang membutuhkan untuk aktivitas sehari-hari harus menghadapi antrean panjang. Setiap potensi penyalahgunaan akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM. Antrean harus dipatuhi, pembelian tidak boleh dilakukan dengan cara yang merugikan masyarakat lain, dan distribusi BBM harus berjalan secara tertib serta tepat sasaran.
Sementara itu, kekosongan Pertamax Turbo di SPBU Ampah diketahui berkaitan dengan terkendalanya proses pengiriman dari distributor PT Pertamina ke SPBU. Untuk jenis BBM lainnya, ketersediaan masih dilakukan pemantauan secara berkala.
Polsek Dusun Tengah juga menyoroti potensi meningkatnya aktivitas pelangsiran apabila pembelian BBM oleh pengecer terus meningkat. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu perebutan pengisian, memperpanjang antrean, serta mengganggu masyarakat yang hendak memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, personel Polsek Dusun Tengah akan melaksanakan monitoring secara berkala terhadap penyaluran BBM di SPBU maupun penjualan eceran, sekaligus berkoordinasi dengan pimpinan dan pihak terkait untuk mengambil langkah yang diperlukan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau gangguan terhadap ketertiban distribusi.
Kapolsek menambahkan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memastikan situasi kamtibmas tetap aman, distribusi BBM berjalan tertib, serta hak masyarakat untuk mendapatkan BBM tidak terganggu oleh kepentingan pihak tertentu.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Dusun Tengah berjalan aman dan kondusif.(Joe)












