*TAMIANG LAYANG** – Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Barito Timur, Polda Kalimantan Tengah. Menindaklanjuti adanya satu titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi SiPongi, personel Bhabinkamtibmas bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan pengecekan langsung di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan empat personel, terdiri dari satu personel Polri dan tiga anggota MPA. Tim bergerak menuju lokasi yang berdasarkan data SiPongi terindikasi sebagai titik panas untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dari hasil pengecekan, diketahui terdapat satu titik hotspot yang terpantau berdasarkan data satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20 di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang. Tim kemudian melakukan groundcheck dengan mengecek secara langsung kondisi lahan di sekitar titik yang terindikasi tersebut.
Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan adanya lahan terbakar berupa lahan gambut yang berada cukup jauh dari permukiman masyarakat. Lokasi tersebut merupakan kawasan hutan belantara dengan kondisi medan yang cukup sulit untuk dijangkau.
Kendati menghadapi kendala akses, personel tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi guna memastikan keberadaan api maupun potensi penyebaran kebakaran. Pengecekan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan dan kemampuan akses menuju titik hotspot.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, terutama untuk memastikan titik panas yang terdeteksi oleh sistem pemantauan satelit dapat diverifikasi secara langsung. Dengan demikian, informasi mengenai kondisi sebenarnya di lapangan dapat diketahui dan potensi meluasnya kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin.
Selain melakukan pengecekan, personel juga melaksanakan koordinasi dengan masyarakat di sekitar wilayah tersebut serta memberikan imbauan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran hutan maupun lahan.
Kapolsek Dusun Tengah Polres Barito Timur Polda Kalteng, **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, menerangkan bahwa kegiatan groundcheck dilakukan sebagai tindak lanjut terhadap informasi titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi SiPongi. Menurutnya, pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi titik yang terdeteksi sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api atau meluasnya kebakaran.
“Personel di lapangan melakukan pengecekan kondisi lahan dan memastikan situasi api serta potensi penyebaran di sekitar titik hotspot,” demikian keterangan Kapolsek berdasarkan hasil kegiatan.
IPTU Stefanus menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kondisi lokasi yang berada di kawasan hutan belantara dan lahan gambut serta jauh dari permukiman. Akses menuju titik tersebut juga sulit dilalui menggunakan sarana transportasi, sehingga petugas harus menyesuaikan pola penanganan dengan kondisi medan di lapangan.
Meski demikian, keterbatasan akses tidak mengurangi komitmen personel dalam melakukan pemantauan. Sinergi antara Polri dan MPA terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama mencegah Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan terbakar.
Jajaran Polres Barito Timur juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Peran masyarakat sangat penting dalam mendeteksi secara dini setiap munculnya asap atau titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang lebih luas.
Melalui kegiatan groundcheck tersebut, Polri menunjukkan respons terhadap informasi hotspot sekaligus memastikan kondisi lapangan tetap dalam pemantauan. Kolaborasi dengan MPA dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur.
“Polri bersama masyarakat terus berupaya menjaga agar wilayah Barito Timur tetap aman dari ancaman Karhutla. Setiap informasi mengenai titik panas akan ditindaklanjuti dengan pengecekan dan pemantauan sesuai kondisi di lapangan,” terang Kapolsek.
Kegiatan penanggulangan dan pemantauan hotspot di Desa Wuran berlangsung dengan aman dan lancar. Upaya tersebut menjadi wujud kehadiran Polri bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan, mencegah meluasnya kebakaran, serta memastikan wilayah hukum Polres Barito Timur tetap aman, tertib dan kondusif dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Joe)












