*Groundcheck Hotspot Desa Wuran, Personil Polsek Dusteng Pastikan Api Padam dan Cek Lahan Terbakar Seluas 2 Hektare**

*BARITO TIMUR** – Menindaklanjuti adanya titik panas atau hotspot yang terdeteksi melalui data satelit NASA-NOAA20-SNPP, personel Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat melaksanakan groundcheck di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsubsektor Paku bersama anggota Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah. Sebanyak lima personel Polri dan satu orang warga turut terlibat dalam pengecekan lapangan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Petugas menuju lokasi berdasarkan titik koordinat hotspot pada Latitude -1,9348100 dan Longitude 115,0356800. Lokasi tersebut berjarak sekitar 35 kilometer dari Polsek dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit melalui jalur darat.

Setibanya di lokasi, petugas bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat langsung melakukan pemantauan serta pengecekan terhadap area yang terindikasi sebagai titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hasil pemeriksaan di lapangan memastikan bahwa **api sudah dalam keadaan padam** dan tidak ditemukan adanya api aktif saat petugas tiba di lokasi.

Dari hasil groundcheck, lahan yang sebelumnya terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih **2 hektare**. Lokasi tersebut merupakan kawasan hutan belantara yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi lahan diketahui ditumbuhi hutan dan ilalang yang cukup lebat serta tidak terawat.

Akses menuju titik hotspot juga tergolong sulit. Kendaraan roda empat tidak dapat menjangkau lokasi sehingga petugas hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua melalui jalan atau lintasan tanah menuju area yang terbakar. Dari hasil pengecekan, petugas juga belum mengetahui pemilik lahan tersebut.

Kapolsek Dusun Tengah Polres Barito Timur **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan bahwa groundcheck dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mencegah potensi api kembali muncul.

“Setiap informasi titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Hasil groundcheck di Desa Wuran, api sudah padam, namun kondisi lahan yang ditumbuhi ilalang dan semak cukup lebat tetap perlu mendapat perhatian agar tidak kembali terbakar,” ujar IPTU Stefanus.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya titik api atau melihat aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan Karhutla.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera memberikan informasi kepada petugas apabila menemukan titik api, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya groundcheck tersebut, keberadaan hotspot di wilayah Desa Wuran telah dipastikan kondisinya di lapangan. Petugas juga terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *