Kuala Kurun – Sebanyak 32 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas kurang lebih 6 hektare di kawasan Jalan Piere Tendean III, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Meski menghadapi kendala akses menuju titik panas dan keterbatasan air, petugas berhasil memadamkan api di lokasi, Senin (7/9/2026).
Penanganan dilakukan setelah titik panas atau hotspot terpantau sekitar pukul 11.40 WIB. Petugas Posko Karhutla terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk memastikan posisi titik sebelum Regu I Siaga Karhutla bersama unsur terkait bergerak menuju lokasi.
Personel gabungan terdiri dari 19 anggota Polri, yakni sembilan perwira dan 10 bintara, delapan personel BPBD, satu personel TNI, serta empat personel Damkar. Seluruh unsur kemudian bekerja bersama melakukan penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Kegiatan dipimpin Perwira Pengendali Regu I AKP Heri Purwanto. Personel mendatangi lokasi titik panas dan melakukan pemadaman pada area yang berdasarkan pengecekan diperkirakan terbakar seluas kurang lebih 6 hektare.
Untuk mendukung mobilitas dan penanganan, tim menggunakan empat unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat, serta tiga unit kendaraan roda enam. Sarana tersebut digunakan untuk membantu pergerakan petugas dan kebutuhan operasional selama penanganan Karhutla.
Mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A. AKP Heri Purwanto mengatakan, kondisi medan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas. Selain akses jalan menuju titik hotspot, ketersediaan air di sekitar lokasi juga terbatas sehingga personel perlu menyesuaikan langkah pemadaman dengan kondisi lapangan.
“Personel gabungan tetap melakukan pemadaman secara terkoordinasi meskipun akses menuju titik kebakaran dan sumber air menjadi kendala. Seluruh anggota kami arahkan untuk bekerja sesuai kondisi di lapangan dan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar AKP Heri Purwanto.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, BPBD, TNI, dan Damkar menjadi bagian penting dalam penanganan tersebut. Setiap unsur mengambil peran sesuai tugas dan kemampuan masing-masing hingga titik api dapat dipadamkan.
Pemadaman di kawasan Jalan Piere Tendean III juga menunjukkan pentingnya koordinasi awal melalui Posko Karhutla. Informasi mengenai letak titik panas perlu diverifikasi agar personel dapat diarahkan ke lokasi yang tepat, terutama ketika akses menuju area kebakaran tidak mudah.
AKP Heri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. “Kami berharap masyarakat turut menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau kebakaran lahan, segera sampaikan informasi kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Setelah dilakukan upaya pemadaman oleh tim gabungan, titik kebakaran di lokasi berhasil dipadamkan. Tidak terdapat keterangan dalam bahan mengenai waktu pasti api dinyatakan padam, sehingga penanganan selanjutnya tetap menyesuaikan hasil pemantauan petugas di lapangan.
Melalui sinergi Polri, BPBD, TNI, Damkar, dan masyarakat, penanganan Karhutla di Kabupaten Gunung Mas diharapkan semakin responsif. Koordinasi yang kuat, kesiapsiagaan personel, serta laporan cepat dari masyarakat diharapkan terus mendukung peningkatan pelayanan dan perlindungan terhadap lingkungan maupun warga. (sp)










