*Barito Timur** – Respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali dilakukan jajaran Polsek Dusun Tengah, Polres Barito Timur. Kapolsubsektor Paku bersama personel Polri, pemerintah desa, warga dan Tim Damkar Paku turun langsung melaksanakan **groundcheck atau pengecekan lapangan terhadap lima titik hotspot (HS)** yang terdeteksi di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut terhadap informasi titik panas berdasarkan data satelit **NASA-NSPP**. Sebanyak empat personel Polri, dua orang dari Pemerintah Desa Wuran, 10 warga serta tujuh personel Damkar Paku terlibat dalam kegiatan penanganan di lapangan.
Lima titik koordinat yang dilakukan pengecekan berada di wilayah Desa Wuran, yakni titik pertama pada koordinat **Latitude -1.93284, Longitude 115.05978**, titik kedua **Latitude -1.9357, Longitude 115.06133**, titik ketiga **Latitude -1.93504, Longitude 115.05705**, titik keempat **Latitude -1.9365, Longitude 115.05921**, dan titik kelima **Latitude -1.93467, Longitude 115.05693**.
Kapolsubsektor Paku bersama anggota dan masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar **30 kilometer dari Polsek menuju lokasi hotspot**, dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit menggunakan jalur darat.
Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemantauan kondisi lapangan. Hasil pengecekan menemukan hamparan lahan warga yang sebelumnya digunakan untuk berkebun, termasuk kawasan perkebunan karet yang terbakar. Sebagian lahan diketahui telah lama tidak terurus dan tertutup semak belukar sehingga menjadi area yang rawan terbakar.
Dalam proses pengecekan, personel masih menemukan **salah satu titik api yang menyala di pinggir jalan Desa Wuran**. Menindaklanjuti temuan tersebut, Kapolsubsektor Paku segera berkoordinasi dengan Tim Damkar Paku untuk melakukan pemadaman agar api tidak kembali meluas ke kawasan sekitar.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai **kurang lebih 4 hektare**. Area yang terbakar merupakan kebun karet yang tidak terurus dan telah ditumbuhi semak belukar, serta lahan kosong yang tidak terawat. Salah satu pemilik lahan diketahui atas nama **Basriadi**.
Kapolsubsektor Paku juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan.
**Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, menegaskan bahwa pengecekan langsung setiap informasi hotspot merupakan langkah penting dalam mencegah api meluas dan memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah desa, masyarakat hingga tim pemadam kebakaran.
“Setiap informasi mengenai titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. Kehadiran personel bersama masyarakat dan tim pemadam di lokasi diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila masih ditemukan api serta mencegah kebakaran meluas,” ujar IPTU Stefanus Rantealo.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan informasi sedini mungkin apabila melihat adanya titik api.
Kegiatan groundcheck dan penanganan lima titik hotspot di Desa Wuran tersebut berlangsung dengan aman dan lancar. Jajaran Polsek Dusun Tengah akan terus meningkatkan pemantauan dan koordinasi bersama seluruh unsur terkait sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah hukum Polres Barito Timur.(Joe)










