Barito Timur – Ritual adat Dayak Ma’anyan Kampung Kedemangan Paju X “Buntang Kuruwayu” mencapai puncaknya di rumah Sdr. Riwen, RT 04 Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Riwen selaku Ketua DAD Kecamatan Awang tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Desa Hayaping dan sekitarnya.
Ritual Buntang Kuruwayu merupakan salah satu tradisi adat Dayak Ma’anyan yang berkaitan dengan kepercayaan Hindu Kaharingan. Ritual tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan, keselamatan, dan berkat yang diterima keluarga maupun masyarakat, sekaligus sebagai pelaksanaan nazar atau hajat.
Rangkaian ritual dilaksanakan selama lima malam, dengan berbagai persiapan perlengkapan adat dan sesajen pada siang hari. Prosesi dipimpin oleh delapan orang Wadian Bawo, disertai mantra doa dan tarian Wadian yang diiringi musik gong dan gamelan.
Pada hari terakhir sekaligus puncak ritual, dilaksanakan prosesi persembahan kerbau atau “Munu Karewau” sebagai wujud syukur dari pelaksana ritual adat. Setelah ketentuan ritual terpenuhi, kegiatan dilanjutkan dengan jamuan dan kebersamaan masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi Kamtibmas terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat serta peserta mengikuti seluruh rangkaian ritual dengan tertib dan tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas yang menonjol.(Joe)












