MUARA TEWEH – Polres Barito Utara bergerak cepat memimpin upaya penanggulangan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar area semak belukar seluas kurang lebih 2 hektar di wilayah Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.
Aksi tanggap darurat yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB tersebut melibatkan 63 personel gabungan. Jajaran Polres Barito Utara bersama Polsek setempat menerjunkan personelnya untuk bahu-membahu bersama BPBD, Manggala Agni KLHK, Damkar, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Meski dihadapkan pada hambatan angin kencang, asap tebal, serta minimnya akses air, tim di lapangan berhasil melokalisir dan memadamkan kobaran api hingga proses pendinginan (mopping up).
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen nyata jajaran Polres Barito Utara dalam mengantisipasi bencana karhutla demi melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Personel Polres Barito Utara bergerak cepat mendatangi TKP dan mengordinasikan pemadaman bersama tim gabungan. Kami berupaya maksimal melakukan penyekatan agar kobaran api tidak meluas ke pemukiman maupun area strategis lainnya,” ujar Kasubsipenmas.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak hanya fokus pada penanggulangan, tetapi juga akan menindaklanjuti kejadian tersebut melalui langkah hukum dan edukasi preventif.
“Langkah selanjutnya, jajaran kami melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Kami juga mengimbau keras seluruh masyarakat agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan ke Call Center 110 atau Polsek terdekat,” tegasnya.
Berkat respons cepat dan sinergitas yang disiagakan Polres Barito Utara di lapangan, lokasi pemadaman kini terpantau aman dan terkendali.


