BARITO UTARA – Polres Barito Utara terus bergerak cepat dan responsif dalam menanggulangi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya. Langkah sigap ini ditunjukkan jajaran Polres Barito Utara bersama tim gabungan saat terjun langsung memadamkan titik api (hotspot) yang terdeteksi di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.
Pemadaman dipimpin langsung oleh jajaran Satuan Samapta Polres Barito Utara dengan melibatkan personel gabungan dari Bagops, Sat Reskrim, hingga Polsek jajaran (Polsek Teweh Tengah, Teweh Selatan, dan Bukit Sawit). Personel Kepolisian bahu-membahu bersama TNI, Manggala Agni, BPBD Barito Utara, Damkar, serta KPHP Barito Tengah di dua titik lokasi (TKP) kebakaran.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa Polres Barito Utara berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas wilayah serta meminimalisir dampak Karhutla.
“Polres Barito Utara bergerak cepat menerjunkan personel gabungan ke titik lokasi Karhutla di Desa Trinsing begitu menerima laporan monitoring hotspot. Langkah ini merupakan bentuk kesiapsiagaan penuh Polres Barito Utara dalam melindungi lingkungan dan masyarakat dari bahaya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kasubsipenmas.
Lebih lanjut, Kasubsipenmas mengimbau masyarakat untuk turut aktif bekerja sama menjaga kelestarian lingkungan. “Kami mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, jajaran Polres Barito Utara juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya Karhutla di lokasi tersebut,” tegasnya.
Di lapangan, kerja keras personel Polres Barito Utara dan tim gabungan di TKP 1 berhasil memadamkan total lahan terbakar seluas ± 6,6 Hektar melalui pemadaman manual serta water bombing. Sementara di TKP 2, jajaran Polres Barito Utara terus melakukan upaya pendinginan (mop-up) intensif pada lahan gambut seluas ± 2 Hektar untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di bawah permukaan.
Selain upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi, Polres Barito Utara terus meningkatkan patroli dialogis serta memberikan imbauan langsung kepada warga sekitar guna mencegah terjadinya kasus Karhutla di kemudian hari.
