BARITO TIMUR – Personel Polsek Dusun Tengah Polres Barito Timur bergerak cepat melakukan groundcheck titik hotspot yang terdeteksi melalui satelit NASA-TERRA/AQUA dengan tingkat kepercayaan mencapai skala 9 di wilayah Desa Kalamus, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai sebagai langkah cepat dalam mencegah dan menangani potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polres Barito Timur.
Groundcheck dilakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama personel Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah, dengan melibatkan 5 personel Polri dan 3 orang relawan. Personel menggunakan empat unit kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi hotspot.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, titik hotspot berada di Desa Kalamus, Kecamatan Paku, pada koordinat Latitude -1.91197 dan Longitude 115.22106. Lokasi tersebut berjarak sekitar 20 kilometer dari Polsek, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah padam, namun masih terlihat kepulan asap. Seluruh titik hotspot yang terdeteksi dapat dijangkau dan dilakukan pemantauan oleh personel.
Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,5 hektare. Lahan tersebut merupakan kawasan hutan dan belum diketahui pemiliknya.
Selain melakukan pengecekan dan pemantauan, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla.
Kapolsek Dusun Tengah IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan groundcheck merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap informasi hotspot sekaligus upaya mencegah kebakaran meluas.
“Personel akan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang terdeteksi sebagai hotspot. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan,” ujarnya.
Polres Barito Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Sinergi antara kepolisian, relawan dan masyarakat diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla serta menjaga wilayah Barito Timur tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Joe)
