**Barito Timur** — Jajaran Polres Barito Timur bergerak cepat menindaklanjuti informasi titik panas atau *hotspot* yang terdeteksi melalui satelit dengan tingkat kepercayaan 9 dari **satelit TERRA-AQUA-NOAA20-SNPP**. Groundcheck dilakukan oleh personel Polsubsektor Paku Polsek Dusun Tengah bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan groundcheck dan penanganan titik hotspot tersebut dilaksanakan mulai pukul 11.20 WIB hingga selesai. Sebanyak tiga personel Polri bersama dua orang warga bergerak menuju lokasi menggunakan tiga unit kendaraan roda dua. Berdasarkan data koordinat satelit, titik hotspot berada pada koordinat **Latitude -1.93476 dan Longitude 115.05766**.
Dari Kantor Polsubsektor Paku, lokasi hotspot berjarak sekitar 20 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit melalui jalur darat, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuju titik yang terdeteksi.
Setibanya di lokasi, personel bersama masyarakat langsung melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi lahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa api telah padam, namun masih terdapat beberapa bagian yang mengeluarkan asap. Personel Polsubsektor Paku kemudian melakukan pemadaman terhadap sisa asap dan memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.
Berdasarkan hasil groundcheck, lahan yang terbakar diperkirakan seluas **±0,8 hektare**. Area tersebut merupakan lahan hutan yang tidak terurus dan hingga kegiatan berlangsung belum diketahui pemilik lahannya.
Kapolsek Dusun Tengah **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan bahwa penanganan titik hotspot merupakan langkah cepat dan preventif untuk mencegah kebakaran meluas.
> “Setiap informasi titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan. Personel kami bersama masyarakat melakukan groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengambil langkah penanganan apabila masih ditemukan api maupun asap,” ujar IPTU Stefanus Rantealo.
Selain melakukan pemadaman, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta turut berperan aktif dalam mencegah karhutla dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan.
Kapolsek menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, pemerintah, masyarakat dan seluruh unsur terkait. Respons cepat terhadap informasi hotspot diharapkan dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan mengganggu lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
Selama kegiatan groundcheck dan penanganan titik hotspot berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif. Jajaran Polsek Dusun Tengah akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi karhutla sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Barito Timur.(Joe)


