*Gerak Cepat Polsek Dusun Timur Bersama BPBD Padamkan Karhutla di Desa Sarapat, Api Berhasil Dikendalikan*

Barito Timur – Polsek Dusun Timur Polres Barito Timur bersama Tim BPBD Kabupaten Barito Timur, Bhabinkamtibmas Desa Sarapat, perangkat desa, dan masyarakat bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ditemukannya titik api (hotspot) di wilayah Desa Sarapat, RT 03, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, pada Selasa (4/8/2026).

Kegiatan pemadaman dipimpin oleh Kapolsek Dusun Timur sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Titik api berada di kawasan perbatasan Desa Sarapat dengan Desa Sumur dan Desa Jaweten, dengan koordinat Latitude 2.092954° dan Longitude 115.123568°.

Dalam operasi tersebut dikerahkan 18 personel Polri, 10 personel BPBD, serta 13 warga masyarakat dengan dukungan 31 unit kendaraan roda dua dan 5 unit kendaraan roda empat, termasuk mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Barito Timur.

Lokasi titik api berjarak sekitar 5 kilometer dari Mapolres Barito Timur dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit melalui jalur darat. Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman menggunakan kendaraan pemadam BPBD pada lahan seluas sekitar 4 hektare yang terbakar. Setelah melalui proses pemadaman selama kurang lebih tiga jam, kobaran api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar merupakan kebun tebas-tebang dengan jenis tanah gambut milik seorang warga bernama Sdr. Desman yang beralamat di Desa Sarapat, Kecamatan Dusun Timur. Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melanjutkan patroli dan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak muncul kembali titik api, mengingat masih terdapat kepulan asap di beberapa titik lahan gambut.

Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururu, S.E., menegaskan bahwa langkah cepat penanganan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri bersama seluruh instansi terkait dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara Polri, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian Karhutla di wilayah tersebut.(Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *