*Barito Timur** – Personel Bhabinkamtibmas Desa Wuran Polsek Dusun Tengah bersama anggota Siaga Karhutla Polres Barito Timur dan masyarakat melaksanakan *groundcheck* atau pengecekan lapangan terhadap titik panas (*hotspot*) yang terdeteksi melalui data satelit NASA-NSSP di wilayah Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polres Barito Timur.
Tim gabungan yang terdiri dari delapan personel Polri dan 11 warga bergerak menuju lokasi titik panas yang berada pada koordinat lintang **-1,895498** dan bujur **115,063433**. Lokasi *hotspot* berjarak sekitar 30 kilometer dari Polsubsektor Paku dengan waktu tempuh kurang lebih 60 menit melalui jalur darat.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan titik api yang masih aktif di kawasan hutan dan lahan Desa Wuran. Upaya pemadaman segera dilakukan secara terpadu dengan menggunakan dua unit kendaraan roda empat, sepuluh unit kendaraan roda dua, mesin pompa air, selang, dan peralatan pemadam manual.
Personel Bhabinkamtibmas bersama anggota Siaga Karhutla Polres Bartim dan masyarakat bahu-membahu memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke area sekitar. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Berkat kerja sama seluruh pihak, titik api berhasil dikendalikan. Namun demikian, hingga kegiatan berakhir masih terdapat kepulan asap di beberapa titik sehingga diperlukan pemantauan lanjutan guna mengantisipasi munculnya kembali api.
Kapolsek Dusun Tengah, **IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.**, mengatakan bahwa pengecekan lapangan terhadap titik panas merupakan langkah penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Begitu menerima informasi dari data satelit, personel bersama anggota siaga karhutla dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujar IPTU Stefanus Rantealo, S.H., M.M.
Polres Barito Timur terus mengintensifkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan karhutla sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak kebakaran hutan dan lahan.(Joe)
