*Groundcheck Hotspot di Muru Duyung, Polsek Pematang Karau Berhasil Padamkan Api Sebelum Meluas*

Barito Timur – Personel Polsek Pematang Karau bergerak cepat melakukan groundcheck atau pengecekan lapangan terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui data satelit NASA-NSSP di wilayah Desa Muru Duyung, RT 02, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut melibatkan lima personel Polri bersama 15 warga setempat dengan dukungan sarana berupa delapan unit kendaraan roda dua.

Berdasarkan data satelit, titik hotspot berada pada koordinat lintang -1.830109 dan bujur 115.093456. Lokasi tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari Polsek Pematang Karau dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan adanya lahan yang terbakar dan segera melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan sederhana berupa hand sprayer dan ember secara manual. Berkat kerja sama personel dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area di sekitarnya.

Lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 17 x 50 meter dan merupakan area kebun karet serta semak belukar dengan karakteristik tanah gambut. Lahan tersebut diketahui milik Amborius, warga Desa Muru Duyung, dengan total luas kepemilikan sekitar 1,7 hektare.

Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa respons cepat terhadap setiap titik panas merupakan langkah penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Barito Timur.

“Setiap informasi terkait hotspot yang terdeteksi akan segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan dan penanganan cepat. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan agar kebakaran dapat segera diatasi sebelum meluas,” ujar AKBP Eddy Santoso.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Selama pelaksanaan groundcheck dan pemadaman berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan pemadaman tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Barito Timur. (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *