Holding Perkebunan Nusantara Tingkatkan Profesionalisme SDM Perkebunan melalui Sertifikasi Mandor Kelapa Sawit PTPN IV Regional V

Banjar, Kalimantan Selatan – sinarraya.co.id

PTPN IV Regional V bekerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta LPP Agro Nusantara menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Batch 30 bagi peserta dari wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di Aula Kebun Danau Salak, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tersebut diikuti oleh 30 mandor pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang berasal dari unit kerja PTPN IV Regional V di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Pelaksanaan sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen PTPN IV Regional V dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) perkebunan melalui sertifikasi profesi yang diakui secara nasional.

Melalui kompetensi yang terstandarisasi, para mandor diharapkan mampu menerapkan praktik pemeliharaan tanaman sesuai standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan produktivitas, serta mendukung tata kelola perkebunan yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pembekalan materi teknis sekaligus mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor bersertifikat. Seluruh proses sertifikasi mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang perkebunan kelapa sawit, sehingga peserta tidak hanya memperoleh peningkatan pengetahuan, tetapi juga pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki.

Manager PTPN IV Regional V Kebun Danau Salak, Hasnan Fauzi Norman, menyampaikan bahwa penyelenggaraan bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kualitas pengelolaan perkebunan melalui pengembangan SDM yang kompeten dan profesional.

Menurutnya, mandor memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengawasan operasional di lapangan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kegiatan pemeliharaan tanaman dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), prinsip Good Agricultural Practices (GAP), serta memperhatikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman teknis para mandor terhadap SOP pemeliharaan tanaman kelapa sawit, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengawasi pekerjaan di lapangan, meningkatkan ketelitian, serta membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja,” ujar Hasnan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan SDM yang kompeten dan memiliki sertifikasi profesi merupakan modal penting bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas pengelolaan kebun, serta mendukung penerapan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang profesional, efektif, dan berkelanjutan.

“Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, produktivitas perkebunan dapat terus ditingkatkan sekaligus menciptakan pengelolaan kebun kelapa sawit yang lebih profesional, efektif, dan berkelanjutan,” tutup Hasnan.

Melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit Batch 30, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Peningkatan kompetensi para mandor diharapkan semakin memperkuat penerapan standar operasional di lapangan, meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelolaan perkebunan, serta mendukung terwujudnya tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sejalan dengan visi Holding Perkebunan Nusantara sebagai perusahaan agribisnis kelas dunia.(*/zainul irwansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *