*BARITO TIMUR** – Respons cepat ditunjukkan Bhabinkamtibmas Desa Siong bersama personel Polsubsektor Paju Epat dalam menangani titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui data satelit NASA-NSSP di wilayah Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ground check dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas terdeteksinya hotspot di Desa Siong RT 01 RW 01. Operasi dipimpin Kapolsubsektor Paju Epat AIPDA Boni Erikson bersama Bhabinkamtibmas Desa Siong AIPDA Baihaqiawan, didukung Tim Damkar PT ISA serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Tim gabungan bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Polsubsektor Paju Epat dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit melalui jalur darat. Dalam kegiatan tersebut, personel menggunakan sarana pendukung berupa enam unit kendaraan roda dua, dua unit kendaraan roda empat, serta dua unit kendaraan pemadam roda enam (R6).
Setibanya di lokasi sesuai koordinat **Latitude -2.06399, Longitude 114.9835** dan **Latitude -2.0642, Longitude 114.9799**, petugas menemukan lahan yang terbakar. Tim gabungan kemudian segera melakukan upaya pemadaman menggunakan kendaraan Damkar R6 milik PT ISA, alat sprayer, serta peralatan manual guna mencegah api meluas ke area sekitar.
Dari hasil pengecekan di lapangan diketahui lahan yang terbakar memiliki luas sekitar **50 x 100 meter**. Lahan tersebut merupakan kebun kelapa sawit milik masyarakat atas nama Wahyu, warga Trans Siong, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur.
Kapolsubsektor Paju Epat bersama personel menegaskan bahwa kegiatan ground check merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan respons cepat terhadap setiap titik panas yang terpantau melalui pemantauan satelit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap potensi kebakaran hutan dan lahan dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat wilayah Barito Timur saat ini memasuki puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara Polri, perusahaan, Masyarakat Peduli Api, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus diperkuat sebagai langkah bersama dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kabupaten Barito Timur.(Joe)






