**Barito Timur** – Jajaran Polres Barito Timur bersama Polsek Dusun Timur bergerak cepat menindaklanjuti informasi **titik hotspot (HS)** dengan **skala kepercayaan (confidence level) 9** yang terdeteksi oleh **Satelit TERRA-AQUA-NOAA20-SNPP**. Groundcheck sekaligus pemadaman dilakukan pada **Minggu (26/7/2026)** mulai pukul 08.00 WIB di **Desa Tampulangit RT 04 RW 01, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah**.
Kegiatan melibatkan **2 personel Polri** bersama **4 warga** dengan dukungan **4 unit kendaraan roda dua**. Tim menuju lokasi hotspot yang berada pada koordinat **Latitude -2.11102** dan **Longitude 114.95240**.
Lokasi titik hotspot berjarak sekitar **25 kilometer** dari Polsubsektor Paju Epat dengan waktu tempuh kurang lebih **45 menit** melalui jalur darat. Setelah tiba di lokasi, petugas menemukan adanya lahan yang terbakar dan segera melakukan upaya pemadaman menggunakan **hand sprayer (alat semprot)** hingga api berhasil dipadamkan.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan lahan yang terbakar merupakan **rimbukan lahan sawit** dengan **jenis tanah gambut**. Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar **2 x 50 meter**, dengan pemilik lahan diketahui bernama **Dinto**, warga **Desa Damparan**.
**Plh. Kapolsek Dusun Timur, IPDA Desta Anugrahno, S.Sos.,** menerangkan bahwa informasi hotspot yang diterima dari **Satelit TERRA-AQUA-NOAA20-SNPP** dengan **nilai atau skala kepercayaan 9** langsung ditindaklanjuti melalui groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus melakukan penanganan secara cepat.
*”Setiap informasi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi segera kami respons melalui groundcheck. Pada lokasi ini ditemukan lahan yang terbakar dan personel bersama warga langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dipadamkan. Langkah cepat ini merupakan bagian dari upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan,”* ujar IPDA Desta Anugrahno.
Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan Polres Barito Timur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan setiap titik api serta menjaga wilayah Kabupaten Barito Timur tetap aman dari ancaman karhutla. (Joe)










