Hari Berkabung Daerah, Mengenang Peristiwa Mandor Meneladani Nilai Perjuangan

Sinarraya.co.id Dalam rangka memperingati *Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026*, keluarga besar *PTPN IV Regional V* turut mengenang jasa para pahlawan dan korban *Peristiwa Mandor*, salah satu tragedi kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi di Kalimantan Barat pada masa pendudukan Jepang.

Peringatan ini merupakan amanat **Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 5 Tahun 2007** tentang Peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Melalui pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang serta pelaksanaan upacara penghormatan, kita bersama-sama mengenang pengorbanan para pejuang dan ribuan korban yang gugur demi mempertahankan martabat bangsa.

Peristiwa Mandor mencapai puncaknya pada *28 Juni 1944*, ketika ribuan tokoh masyarakat, pemimpin adat, pemuka agama, kaum intelektual, bangsawan, hingga masyarakat sipil menjadi korban eksekusi massal oleh tentara pendudukan Jepang. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, tragedi tersebut merenggut sekitar **21.037 jiwa**, meninggalkan luka sejarah yang mendalam sekaligus menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan para pendahulu dalam memperjuangkan harkat dan martabat bangsa.

Bagi keluarga besar *PTPN IV Regional V*, peringatan Hari Berkabung Daerah bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkokoh semangat persatuan, memperkuat integritas, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah pekerjaan.

PTPN IV Regional V, melalui arahan Operation Head I, Bapak Ihsan, senantiasa berkomitmen membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. Semangat perjuangan para pendahulu menjadi landasan bagi seluruh insan perusahaan untuk terus berkarya, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, masyarakat, dan bangsa.

Melalui peringatan ini, marilah kita jadikan sejarah sebagai pelajaran berharga untuk terus memperkuat persatuan, menghargai keberagaman, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya nyata dan pengabdian terbaik.

*”Tidak cukup sekadar mengenang, tetapi marilah kita teruskan semangat juang para pahlawan dengan menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bekerja dengan penuh integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.”*(*/zainul irwansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *