Ketum PWI Pusat Tegaskan Rekonsiliasi Tuntas, OKK PWI Kalbar Cetak Wartawan Profesional di Era Digital

PONTIANAK, 9 Juni 2026 – sinarraya.co.id

Sinergi antara Persatuan Wartawan Indonesia PWI dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengemuka dalam pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian OKK PWI Kalimantan Barat Angkatan ke-V Tahun 2026 di Aula Politeknik Negeri Pontianak Polnep, Selasa 9/6.

Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berdaya Saing di Era Digital”, kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah di Kalbar ini menjadi momentum memperkuat kapasitas wartawan, memperteguh pemahaman keorganisasian, sekaligus memperkokoh persatuan pasca-rekonsiliasi PWI di tingkat nasional.

*PWI Sudah Satu, Tugasnya Konsolidasi Daerah*
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan secara kelembagaan PWI di seluruh Indonesia telah kembali bersatu pasca-Kongres Luar Biasa KLB Persatuan Agustus 2025. Tugas berikutnya adalah memperkuat soliditas di daerah dan menyelesaikan dampak psikologis yang tersisa akibat dinamika organisasi sebelumnya.

“Secara organisasi kelembagaan, PWI sudah satu di seluruh Indonesia. Kehadiran saya di Kalbar hari ini adalah untuk memastikan PWI Kalbar kembali kompak dan solid. Aura PWI kini kembali bermartabat, dan kami bersyukur para pimpinan daerah menyambut hangat kembalinya persatuan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan PWI harus tetap menjaga jati diri sebagai organisasi profesi wartawan yang independen dan berintegritas.

“Kita bergerak di bidang profesi, jangan sampai menjadi partai politik. Marwah PWI harus dijaga dengan memastikan wartawan kita berintegritas, profesional, dan relevan dengan era digital,” tegasnya.

Ketua Umum juga mengingatkan dengan jumlah anggota sekitar 45 ribu orang di seluruh Indonesia, PWI memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas profesi wartawan serta kepercayaan publik terhadap pers nasional.

*Pemprov Kalbar: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks*
Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar Christianus Lumano menyampaikan apresiasi atas OKK yang dinilai langkah strategis meningkatkan kualitas SDM jurnalistik.

Menurutnya perkembangan teknologi informasi yang cepat menghadirkan tantangan baru bagi pers, terutama penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.

“Pers memiliki peran strategis menjaga ruang publik yang sehat. Di era digital, masyarakat dibanjiri informasi yang belum tentu benar. Karena itu wartawan dituntut semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan menangkal hoaks serta disinformasi,” katanya.

Christianus menegaskan Pemprov Kalbar memandang media massa sebagai mitra strategis mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial.

“Kami berharap melalui OKK ini lahir wartawan yang tidak hanya paham kode etik dan aturan organisasi, tetapi juga punya wawasan kebangsaan, tanggung jawab sosial, serta mampu menghadirkan informasi edukatif dan mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan keberhasilan pembangunan daerah butuh dukungan informasi akurat, berimbang, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Pemprov Kalbar senantiasa membuka ruang komunikasi luas dengan rekan-rekan pers sebagai mitra pembangunan daerah,” tambahnya.

Peserta OKK mendapat pembekalan dari pemateri PWI Pusat. Materi keorganisasian dan penguatan nilai profesi disampaikan Zulkifli Gani Ottoh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan OKK PWI Pusat. Ia memaparkan sejarah organisasi, sistem kaderisasi, tata kelola keanggotaan, mekanisme organisasi, serta pentingnya menjaga soliditas PWI sebagai rumah besar wartawan Indonesia pasca-rekonsiliasi nasional.

Sementara Kadirah Wakil Sekretaris Jenderal III PWI Pusat memberikan materi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik KEJ, tata kelola organisasi, administrasi keanggotaan, serta peran strategis anggota PWI menjaga profesionalisme dan kredibilitas pers di tengah dinamika media.

Kadirah menekankan pemahaman UU Pers dan KEJ adalah fondasi utama wartawan menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab. Ia juga mengingatkan kebebasan pers harus berjalan seiring tanggung jawab sosial dan kepatuhan pada norma etika jurnalistik.

Kedua pemateri menekankan pentingnya pemahaman Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PD/PRT, peningkatan kompetensi, penegakan KEJ, serta penguatan soliditas organisasi pasca-rekonsiliasi.

OKK Angkatan ke-V PWI Kalbar 2026 diharapkan menjadi fondasi mencetak kader wartawan yang kompeten secara profesional, berkomitmen menjaga persatuan organisasi, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa di era digital.

HUMAS PWI

(zir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *