Pontianak – sinarraya.co.id
Kinerja keuangan Bank Kalbar terus menunjukkan tren positif di tengah kondisi ekonomi dan politik yang masih diliputi ketidakpastian. Hingga Februari 2026, Bank Kalbar berhasil membukukan laba sebesar Rp98,71 miliar atau tumbuh 14,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang terjadi saat ini.
“Ya, hal ini mencerminkan kinerja yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi. Kita semua merasakan kondisi ekonomi saat ini yang tidak stabil, namun semua itu dapat kita lalui dengan semangat dan kerja keras,” ujar H. Rokidi di Pontianak, Senin (18/5).
Selain pertumbuhan laba, Bank Kalbar juga mencatat peningkatan pada sektor penyaluran kredit. Hingga Februari 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp17,86 triliun atau tumbuh 7,14 persen secara tahunan.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp19,93 triliun atau meningkat 5,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Jika dilihat dari persentase penyaluran kredit, sudah jelas menunjukkan peningkatan peran pembiayaan dan kepercayaan masyarakat kepada Bank Kalbar,” kata Rokidi.
Dia menambahkan, total aset Bank Kalbar juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp26,23 triliun atau naik 2,46 persen secara tahunan. Menurutnya, pencapaian tersebut didukung oleh penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas layanan, serta komitmen manajemen dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan capaian positif tersebut, Bank Kalbar optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah, khususnya melalui dukungan pembiayaan kepada sektor produktif dan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Penguatan tata kelola dan layanan akan terus kami lakukan agar pertumbuhan yang telah dicapai dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*/zainul irwansyah).








