Melawi, sinarraya.co.id
Nilai-nilai persatuan dalam suatu gerakan perjuangan merupakan kesadaran yang dijiwai oleh Sila ke-3 Pancasila, yakni “Persatuan Indonesia”, yang senantiasa relevan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Landasan ini menjadi kunci solidaritas, untuk mencapai tujuan bersama menghadapi tantangan di masa kini dalam mewujudkan konsep besar Trisakti yang digagas Soekarno yang disampaikan dalam pidato 17 Agustus 1964 sebagai arah perjuangan Indonesia untuk menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.
Menurut Mulyadi Ketua DPC GMNI Melawi persatuan dan kesatuan menjadi salah satu nilai yang strategis dalam Upaya Bersama menselaraskan langkah perjuangan sebagaimana amanah besar Bung Karno yang telah menjadi doktrin dasar yang terus hidup dan menjadi landasan perjuangan serta watak dasar bagi setiap kader GMNI.
Bagi bung Karno, ujarnya bahwa, bangsa Indonesia adalah kesatuan utuh dari Sabang sampai Merauke yang harus bersatu untuk membebaskan diri dari imperialisme, di mana persatuan adalah syarat mutlak untuk membangun kekuatan yang tak terkalahkan.
Dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan, kita sebagai kader dan penyambung lidah perjuangan rakyat dapat menjadi semakin kuat dan kokoh.
Sebagaimana ungkapan Bung Karno yang ia kutif dari berbegaia media
➢ “Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen!”
Bung Karno menuntut mahasiswa GMNI untuk tidak sekadar mengingat rakyat secara abstrak, melainkan harus selalu setia membela kaum Marhaen (rakyat kecil yang tertindas).
➢ “Lenyapkan steriliteit dalam gerakan mahasiswa!”
Beliau menginstruksikan kader GMNI untuk terjun langsung membaur bersama rakyat dan tidak menjadi kelompok elitis yang steril atau menutup diri dari realitas sosial.
➢ Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang Kader GMNI dituntut untuk memiliki keseimbangan antara ketajaman intelektual (pemikir) dan keberanian bertindak atau berjuang membela kebenaran (pejuang).
“Berdasarkan pada konsep gagasan Bung Karno bahwa, GMNI sebagai kader-kader yang memiliki pengetahuan dan nilai-nilai perjuangan tidak terasing dari penderitaan rakyat, sehingga saatnya perbedaan yang terjadi dikelolah untuk menjadi suatu kekuatan besar dalam suatu gagasan gerakan perjuangan,” jelasnya.
“Sudah terlaksananya rekonsiliasi dan konsolidasi ditingkat nasional, pastinya ini akan menjadi babak baru dan tidak hanya patut mendapatkan apresiasi tetapi lebih dari itu harus didukung oleh para kader termasuklah dukungan kami DPC GMNI Kabupaten Melawi yang dalam hal ini mendorong konferda bersama dalam bingkai rekonsiliasi dan konsolidasi GMNI Kalimantan Barat ,”tegasnya kembali.(*/rls/zir).






