KOTIM – Jajaran Polsek Antang Kalang Polres Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat melakukan monitoring terhadap potensi bencana banjir di wilayah Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, pada Senin (18/5/2026) pagi.
Langkah antisipatif ini diambil menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang memicu peningkatan debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalang.
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Rezky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Antang Kalang IPTU Budi Hartono, S. H.,M.H. melaporkan bahwa pemantauan intensif dilakukan oleh personel di lapangan sejak pukul 09.00 WIB, khususnya di area rawan seperti Desa Tumbang Kalang.
Kondisi Terkini di Lapangan
Berdasarkan hasil pemantauan fisik di lokasi, luapan sungai terpantau mulai menggenangi akses jalan umum di dua titik, yakni di wilayah RT 07 dan RT 08 Desa Tumbang Kalang Seberang (Kampung Tengah).
”Ada dua titik jalan yang terendam air dengan ketinggian kurang lebih 20 sentimeter. Namun, secara keseluruhan situasi di lapangan masih aman dan kondusif,” ungkap Kapolsek Antang Kalang dalam laporan resminya kepada Kapolres Kotim.
Pihak kepolisian memastikan hingga saat ini dampak banjir masih dalam kategori minim. Berikut data terkini dari hasil monitoring di lapangan:
Rumah terendam: Nihil
Warga terdampak/mengungsi: Nihil
Korban jiwa: Nihil
Fasilitas Umum (Sekolah, Masjid, Perkantoran): Aman dan tidak terdampak.
Langkah Antisipasi dan Rekomendasi
Meskipun aktivitas warga masih berjalan normal, Polsek Antang Kalang memprediksi bahwa debit air berpotensi terus meningkat jika curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut dalam waktu dekat. Warga yang berada di sekitar RT 07 dan RT 08 diimbau untuk tetap waspada.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, pihak kepolisian akan terus melakukan patroli pemantauan debit air setiap hari, terutama di desa-desa yang berada di sepanjang pinggiran DAS Kalang.
Selain itu, Polsek Antang Kalang juga memperkuat koordinasi dengan unsur Forkopimcam dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim. Sinergi ini dilakukan agar seluruh personel dan peralatan penanganan bencana tetap dalam posisi siaga (standby), sehingga evakuasi dan pertolongan dapat dilakukan secara cepat dan tepat jika sewaktu-waktu banjir meluas. (Y_B39)


