Tamiang Layang – Guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman pasca kenaikan harga serta mencegah potensi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, personel Satlantas Polres Barito Timur melaksanakan patroli dan monitoring di sejumlah SPBU dan Pertashop yang berada di wilayah hukum Polres Bartim, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan patroli dan monitoring tersebut dilakukan oleh personel Satlantas Polres Bartim yakni BRIPKA Yudi Rahman, BRIGPOL Rendra, BRIGPOL Nana Suharna, dan BRIPDA Sahbana dengan melakukan pengecekan langsung terhadap stok maupun harga BBM di lapangan.
Monitoring dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya SPBU Longkang, Pertashop Desa Jaweten, Pertashop Desa Dorong, dan Pertashop Serapat.
Dari hasil pengecekan di SPBU Longkang, diketahui stok Biosolar tersedia sebanyak 8.000 liter dengan harga Rp6.800 per liter, sedangkan Pertalite tersedia 8.000 liter dengan harga Rp10.000 per liter. Sementara untuk jenis Pertamax dan Pertamina Dex dilaporkan dalam kondisi nihil atau kosong.
Selanjutnya, hasil monitoring di Pertashop Desa Jaweten menunjukkan stok Pertamax dan Dexlite dalam kondisi nihil. Untuk harga Pertamax tercatat Rp12.500 per liter dan Dexlite Rp26.600 per liter.
Sementara itu, di Pertashop Desa Dorong, stok Pertamax juga dalam kondisi kosong, sedangkan Dexlite masih tersedia sekitar 1.000 liter dengan harga Rp26.600 per liter.
Adapun hasil pengecekan di Pertashop Serapat menunjukkan stok Pertamax masih tersedia sebanyak 3.000 liter dengan harga Rp12.500 per liter, sedangkan Dexlite dilaporkan nihil.
Kasat Lantas Polres Barito Timur, AKP Asri Putra Bahari mengatakan bahwa kegiatan patroli dan monitoring tersebut dilakukan sebagai langkah inventarisasi ketersediaan serta pengawasan distribusi BBM di wilayah Kabupaten Barito Timur.
“Monitoring ini bertujuan memastikan ketersediaan BBM di SPBU maupun Pertashop tetap terpantau serta mencegah potensi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Bartim,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap distribusi dan penyaluran BBM guna menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi adanya praktik penimbunan maupun penyalahgunaan bahan bakar.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan monitoring secara rutin agar penyaluran BBM dapat berjalan tertib dan tepat sasaran sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.
Selama kegiatan patroli dan monitoring berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.(Joe)
