Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Polres Barito Utara – Guna mendorong produktivitas pertanian yang ramah lingkungan, Polsek Gunung Purei melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla dengan menyambangi perkumpulan kelompok tani pada Kamis siang (23/04/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan para petani tidak menggunakan api sebagai cara instan dalam mengolah lahan pertanian mereka, mengingat dampak kabut asap yang dihasilkan dapat merugikan kesehatan masyarakat serta merusak citra sektor perkebunan di wilayah Kecamatan Gunung Purei yang sedang berkembang pesat saat ini.
Kapolsek Gunung Purei, Ipda Hermendi, S.I.P., menjelaskan bahwa membakar sisa tebasan lahan hanya akan merusak unsur hara dalam tanah dan justru merugikan petani dalam jangka panjang karena menurunkan kualitas hasil panen setiap harinya. Beliau menghimbau para petani untuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik atau kompos yang lebih bermanfaat bagi tanaman, sehingga kemandirian ekonomi warga Barito Utara dapat tercapai melalui cara-cara yang jujur dan tidak melanggar aturan hukum perlindungan lingkungan hidup yang berlaku secara sah.
Dalam kesempatan dialogis tersebut, Ipda Hermendi, S.I.P. memberikan peringatan tegas mengenai ancaman denda miliaran rupiah bagi siapa saja yang terbukti lalai sehingga mengakibatkan kebakaran hutan di area milik negara maupun pribadi. Petugas menekankan bahwa kepolisian akan terus melakukan patroli darat secara intensif ke area perladangan rakyat guna menjamin tidak adanya aktivitas pembakaran lahan yang dapat mengganggu ketertiban umum serta menyebabkan polusi udara yang menyesakkan dada bagi warga masyarakat di sekitarnya setiap saat.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketersediaan air di embung desa harus selalu dipantau bersama sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat kebakaran lahan yang memerlukan penanganan cepat di lapangan secara bergotong royong. Kapolsek Ipda Hermendi, S.I.P. memastikan bahwa jajarannya akan selalu hadir memberikan pendampingan keamanan bagi warga yang mengelola lahan secara benar, sehingga tercipta sinergi yang kuat antara Polri dan petani dalam mewujudkan wilayah hukum polsek yang benar-benar bersih dari ancaman bencana Karhutla tahunan.
Kegiatan sosialisasi siang hari ini ditutup dengan penempelan stiker edukasi “Petani Bijak Tanpa Api” di balai pertemuan desa agar menjadi pengingat bagi seluruh warga yang ingin memulai aktivitas bercocok tanam. Ipda Hermendi, S.I.P. berjanji akan terus konsisten memberikan himbauan di sektor pertanian demi mewujudkan pelayanan yang melayani sepenuhnya kepentingan rakyat, serta menjamin bahwa Kecamatan Gunung Purei tetap menjadi daerah yang aman kondusif serta terbebas dari segala bentuk praktik pembakaran lahan ilegal.








