Pontianak, 12 Maret 2026- sinarraya.co.id
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah guna mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal di daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan talkshow bertajuk “GERAK Syariah: Sharia Leadership for Impact – Memperkuat Literasi, Inklusi, dan Ekosistem Industri Halal di Kalimantan Barat” yang diselenggarakan OJK Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalimantan Barat di Pontianak, Kamis (12/3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang dikolaborasikan dengan National Halal Fair serta Pre-event RABBANI Khatulistiwa Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah yang aman, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat Rochma Hidayati dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK), tingkat literasi keuangan syariah meningkat signifikan dari 9,14 persen pada tahun 2022 menjadi 43,42 persen pada tahun 2025.
Selain itu, tingkat inklusi keuangan syariah turut mengalami peningkatan dari 12,12 persen pada tahun 2022 menjadi 13,41 persen pada tahun 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah oleh masyarakat.
Menurut Rochma, penguatan sektor keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kokoh sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Kegiatan talkshow ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, pelaku industri jasa keuangan, media massa, serta komunitas ekonomi syariah. Melalui sesi diskusi, para peserta turut memberikan pandangan terkait tantangan dan peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Barat.
OJK Provinsi Kalimantan Barat berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah dan industri halal di daerah.
Ke depan, OJK akan terus mendorong berbagai program edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi strategis guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem industri halal di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah di daerah yang dikolaborasikan dengan National Halal Fair dan Pre-event RABBANI Khatulistiwa Tahun 2026.(*/zainul irwansyah)


